Pekalongan, Pejuang24.com – Polres Pekalongan Kota – Polda Jateng mulai tancap gas mencari bibit-bibit unggul untuk menjadi Korps Bhayangkara. Personel Bagian SDM Polres Pekalongan Kota menyambangi SMA Negeri 3 Pekalongan untuk mengampanyekan rekrutmen Polri tahun 2026 yang transparan dan bebas pungutan.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (5/3/2026) ini dipimpin oleh Ps. Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Pekalongan Kota, Penata TK. I Sri Ika Handayani, didampingi PS. Paur Subbagdalpers Aipda Indah Lufani. Di hadapan siswa kelas XII, tim menjelaskan berbagai jalur masuk Polri, mulai dari Akpol, Bintara, hingga Tamtama.
Sri Ika Handayani menegaskan bahwa proses seleksi anggota Polri mengedepankan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Ia mewanti-wanti para siswa agar tidak percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan uang.
”Seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Polri berkomitmen menjaga integritas,” tegas Sri Ika di hadapan para siswa SMA N 3 Pekalongan.
Jika ada oknum yang ‘bermain’ atau menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu, Polres Pekalongan Kota meminta masyarakat tidak ragu untuk melapor. “Segera laporkan ke kantor polisi terdekat atau lewat kanal resmi Polri,” tambahnya.
Pantauan di lokasi, para siswa tampak antusias melontarkan pertanyaan terkait tahapan seleksi dan persyaratan fisik maupun administrasi. Beberapa siswa bahkan mengaku sudah lama mengincar kursi di kepolisian untuk mengabdi kepada negara.
Selain SMA N 3 Pekalongan, sosialisasi ini sebelumnya juga sudah menyasar SMA N 4 Pekalongan dan akan terus berlanjut ke sekolah-sekolah lain di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota.
Fakta-fakta Sosialisasi Polri di Pekalongan:
- Jalur yang Dibuka: Taruna Akpol, Bintara, dan Tamtama.
- Target: Siswa kelas XII yang akan segera lulus.
- Metode Sosialisasi: * Tatap muka ke sekolah-sekolah (Goes to School).
- Kampanye di media sosial.
- Sistem door to door oleh Bhabinkamtibmas kepada warga.
- Tujuan: Mewujudkan SDM Polri yang unggul dan kompetitif menuju Polri Presisi.
Langkah jemput bola ini diharapkan bisa menjaring lebih banyak putra-putri daerah Pekalongan yang berprestasi untuk bergabung menjadi anggota polisi tanpa rasa takut akan biaya atau permainan curang












