
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak agar situasi di Kabupaten Pekalongan tetap kondusif. “Kita hadir di sini untuk menciptakan sinergi dan koordinasi yang baik agar suasana aman dan nyaman dapat terwujud. Berbagai isu strategis harus kita antisipasi bersama agar tidak berkembang menjadi konflik,” ujar AKBP Rachmad, seperti dikutip dari Humas Polres Pekalongan, Selasa (5/8/2025).
Dalam rapat tersebut, sejumlah isu yang berpotensi memicu konflik menjadi sorotan utama. Isu-isu ini meliputi sengketa antara mantan karyawan PT Kabana dengan PT Target Makmur Santosa (TMS) terkait hak-hak yang belum terpenuhi. Selain itu, ada juga masalah belum cairnya tabungan Hari Raya Idul Fitri di Koperasi BMT Surya Mulki Sulaiman Kesesi.

Tidak hanya itu, dugaan penyelewengan Dana Desa oleh Sekretaris Desa Sijambe, Kecamatan Wonokerto, dan dugaan penyalahgunaan Dana Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong, juga menjadi pembahasan. Permasalahan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Sokosari, Kecamatan Karanganyar, dan Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen, serta penolakan warga Kalijoyo terhadap rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) turut menjadi perhatian.
Kapolres Pekalongan menekankan bahwa isu-isu tersebut berpotensi menjadi pemicu gangguan kamtibmas jika tidak ditangani dengan tepat.
“Kenaikan angka gangguan kamtibmas menjadi perhatian kita bersama. Kita tidak bisa hanya mengandalkan Polres saja, tetapi seluruh stakeholder harus ikut terlibat melakukan langkah-langkah preventif,” tegas AKBP Rachmad.
Berdasarkan data yang dipaparkan Kapolres, gangguan kamtibmas di bulan Juli 2025 naik 44% dibanding Juni, yaitu dari 34 menjadi 49 kejadian. Dari 35 kasus yang ditangani pada Juli, 24 di antaranya berhasil diselesaikan.
Melalui rapat ini, Kapolres berharap tercipta komitmen bersama untuk melakukan langkah pencegahan secara berkesinambungan. “Mari kita bahu-membahu menciptakan soliditas yang kuat. Kolaborasi antara Polres, Forkopimda, FKUB, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting agar potensi konflik bisa dianalisa, dicegah, dan tidak berkembang,” tutupnya.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama lintas sektor demi terciptanya suasana aman dan kondusif di Kabupaten Pekalongan.










