PEKALONGAN, Pejuang24.com – Di tengah suasana penuh kemenangan menyambut Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah, Dewan Pimpinan Kota Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK) Republik Indonesia Kota Pekalongan menegaskan bahwa makna “kembali ke fitrah” bagi lembaga anti-rasuah adalah memperkuat integritas dan kejujuran dalam menjaga amanah rakyat.
Di bawah komando Arif Rofiudin selaku Ketua, GNPK DPK Kota Pekalongan memastikan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan publik tidak akan kendur sedikit pun. Fokus utama radar pengawasan saat ini tertuju tajam pada dua sektor krusial: Program Revitalisasi Infrastruktur dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Pekalongan.
Bagi GNPK, program revitalisasi dan MBG adalah urat nadi kesejahteraan masyarakat yang rawan akan praktik spekulasi dan pemotongan anggaran. Arif Rofiudin menegaskan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan harus sampai ke tujuan tanpa distorsi, untuk mengawal hal tersebut, struktur penindakan GNPK telah disiagakan secara penuh:
Feri Agus DE sebagai Koordinator Lapangan Bidang Penindakan, akan memimpin monitoring langsung guna mendeteksi potensi penyimpangan di titik-titik proyek.
Istiadi Busro selaku Sekretaris, bertugas mengonsolidasikan laporan masyarakat agar setiap temuan memiliki dasar administrasi yang kuat.
M. Arifin, S.H. (AKBP Purnawirawan) sebagai Pembina dan Instruktur Bidang Hukum, memberikan arahan strategis agar setiap langkah kontrol tetap berada di koridor hukum yang presisi.
Melalui panduan langsung dari Lisernawati, S.H. selaku Divisi Hukum, GNPK DPK Kota Pekalongan menyatakan tidak akan segan memberikan sanksi peringatan keras hingga menempuh jalur hukum tegas bagi oknum yang terbukti menyalahgunakan wewenang.
”Idul Fitri mengajarkan kita tentang kejujuran. Maka, komitmen kami adalah memastikan program pemerintah bersih dari noda korupsi. Jika ditemukan pelanggaran, jalur hukum adalah kepastian,” tegas pihak GNPK DPK Kota Pekalongan.
Menutup pernyataan resminya, Keluarga Besar GNPK DPK Kota Pekalongan menyampaikan pesan persaudaraan kepada seluruh elemen bangsa:
“Selama Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1447 Hijriyah.
Mohon Maaf Lahir dan Batin.”
Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Masyarakat, TNI, dan POLRI guna membrantas korupsi demi kemajuan Kota Pekalongan.”












