LSM Pejuang 24 Deklarasi di Monumen Juang Pekalongan, Tegaskan Komitmen Kawal Hak Masyarakat

oleh
banner 468x60

Pekalongan, Pejuang24.com – Memasuki pekan pertama bencana banjir yang melanda Kota Pekalongan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pejuang 24 resmi mendeklarasikan diri sebagai lembaga sosial. Deklarasi ini dilaksanakan di Monumen Juang Kota Pekalongan, Sabtu (24/1/2026).

​Momentum ini sekaligus menjadi penegasan struktur komando internal dalam upaya mengawal kepentingan masyarakat secara lebih terorganisasi dan berkelanjutan.

banner 336x280

​Ketua Umum LSM Pejuang 24, Teguh Hadi Santoso—yang akrab disapa Silva—memimpin langsung prosesi deklarasi tersebut. Dalam pidatonya, Silva menekankan bahwa kehadiran Pejuang 24 harus memberikan dampak nyata, bukan sekadar slogan.

​”Di Pejuang 24 itu pahit. Kita harus benar-benar berjuang untuk masyarakat. Ini bukan organisasi yang mencari kenyamanan, tetapi organisasi yang siap berada di garis depan membela kepentingan rakyat,” ujar Silva di hadapan para anggotanya.

​Senada dengan visi tersebut, Dewan Penasehat LSM Pejuang 24, Agus Riyanto, S.H., menyampaikan bahwa lembaga binaannya diarahkan untuk menyasar sektor-sektor krusial seperti pendidikan, kesehatan, hingga bantuan hukum bagi masyarakat bawah yang hak-haknya kerap terabaikan.

​Upaya ini diperkuat oleh komitmen dari jajaran pembina, Bayu Agung Pribadi,S.K.M.,S.H.,M.M., dan Amad Yusub, S.Hi.,M.M., Mereka menyatakan kesiapan lembaga dalam memberikan pendampingan hukum bagi warga kurang mampu.

​”Kami akan memberikan bimbingan kepada seluruh pengurus agar roda lembaga berjalan sesuai jalur dan tidak melakukan kekeliruan, terutama dalam memperjuangkan hak hukum warga terdampak,” tegas Bayu Agung saat ditemui di ruang kerjanya.

​Di sisi lain, aksi kemanusiaan di lapangan terus berlanjut. Hingga Minggu (25/1/2026), Dapur Umum Tanggap Bencana milik Pejuang 24 terpantau masih aktif mendistribusikan nasi bungkus dan obat-obatan.

​Berdasarkan hasil investigasi tim pemantau di lapangan, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan air masih merendam sejumlah kelurahan. Akibatnya, banyak warga yang memilih bertahan di posko pengungsian karena ketinggian air di permukiman belum menunjukkan tanda-tanda surut.

​Pihak lembaga berharap Pemerintah Kota Pekalongan dapat menangani masalah banjir ini secara lebih serius dan terpadu.

​”Harapannya ke depan Pekalongan tidak lagi terdampak banjir. Kami akan terus men-support dapur umum ini hingga kondisi masyarakat benar-benar membaik,” pungkas Silva.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.