PEKALONGAN, Pejuang24.com – Kasus gagal bayar yang melanda KSPPS BMT Mitra Umat kini mencapai titik krusial. Ribuan nasabah yang didominasi oleh kalangan ekonomi menengah ke bawah hingga kini masih menantikan kejelasan atas dana yang mereka tabungkan. Di tengah tekanan publik yang kian meningkat, Ketua KSPPS BMT Mitra Umat, M. Zaenudin, akhirnya angkat bicara mengenai kemelut yang tengah membelenggu institusi yang dipimpinnya.
Dalam pernyataan terbukanya, M. Zaenudin mengungkapkan rasa kekecewaan yang mendalam atas situasi yang ia hadapi. Ia merasa “ditinggalkan” oleh para pengurus harian lainnya—meliputi wakil ketua, sekretaris, bendahara, hingga bagian keuangan—yang menurutnya tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan bersama.
”Saya sangat kecewa. Saat ini permasalahan ini saya tanggung sendiri. Padahal, saya kembali ke posisi ini atas permintaan untuk membantu menyelesaikan masalah, namun justru berakhir dengan kondisi seperti ini. Seharusnya, kita bisa duduk bersama mencari solusi, bukan saling meninggalkan tanpa pertanggungjawaban yang jelas,” ujar Zaenudin dengan nada lirih.
Merespons tudingan miring yang mengaitkan dirinya dengan dugaan penyelewengan dana untuk kepentingan pribadi, Zaenudin memberikan respons tegas. Ia merasa perlu melakukan langkah terakhir untuk membuktikan integritasnya di hadapan publik.
Ia secara terbuka menantang rekan-rekan pengurus lainnya, yakni Arif, Eko, Musya, dan Lita, untuk melakukan Mubahalah (sumpah kutukan bagi pihak yang berbohong dalam perkara agama dan kebenaran). Langkah ini ia ambil sebagai upaya terakhir ketika jalur musyawarah dinilai buntu.
”Mari kita Mubahalah di hadapan masyarakat agar semuanya jelas, ke mana larinya dana tersebut. Ini saya lakukan bukan hanya untuk kepentingan organisasi, tetapi untuk membersihkan nama saya dan keluarga yang selama ini tertekan secara psikis akibat peristiwa ini,” tegasnya.
Zaenudin menegaskan bahwa dirinya tidak akan berhenti berupaya. Ia berkomitmen untuk terus mencari cara agar hak-hak nasabah dapat kembali, meskipun ia mengakui bahwa upaya yang dilakukan hingga saat ini belum mencapai hasil maksimal.
Di tengah situasi yang emosional ini, kami mengajak seluruh anggota dan nasabah KSPPS BMT Mitra Umat untuk tetap menjaga kondusivitas dan ketenangan. Persoalan hukum dan finansial yang kompleks memerlukan waktu dan ketelitian dalam proses penyelesaiannya.
Diharapkan seluruh pihak dapat memberikan ruang bagi proses verifikasi dan penyelesaian yang sedang diupayakan. Kesabaran dan dukungan dari bapak/ibu sekalian merupakan elemen penting agar proses pengembalian hak-hak nasabah dapat berjalan dengan lebih terukur dan transparan. Mari kita kedepankan sikap saling menghargai demi tercapainya solusi terbaik yang berkeadilan bagi seluruh pihak yang terdampak.














