Pekalongan, Pejuang24.com – Gerbong regenerasi di tubuh Sekber Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) DPC Pekalongan Raya resmi bergulir. Dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Hotel Istana, Kota Pekalongan, Minggu (15/2/2026), independensi dan marwah jurnalis menjadi “sentilan” keras bagi para kuli tinta di wilayah tersebut.
Musda yang berlangsung khidmat di Jalan Gajah Mada Barat ini bukan sekadar seremoni pergantian ketua. Agenda ini menjadi ajang konsolidasi besar-besaran untuk menyatukan visi insan pers di dua wilayah administratif: Kota dan Kabupaten Pekalongan.
Pantauan di lokasi, acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah dan aparat keamanan. Hadir mewakili Kapolresta Pekalongan, Iptu Purno Utomo, SH, perwakilan Diskominfo Kabupaten Pekalongan Siti Kholidah, hingga unsur Prokompim dari kedua wilayah. Kehadiran mereka seolah menegaskan bahwa pers adalah mitra strategis pemerintah dan aparat dalam menjaga kondusivitas ruang publik.
Ketua Umum DPP IPJT Jawa Tengah, Firdaus Andika, dalam orasinya menyampaikan apresiasi tinggi atas soliditas anggota di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
”DPC Pekalongan Raya ini tipenya ‘berat’. Kita menyatukan dua wilayah (Kota dan Kabupaten) agar menjadi satu wajah yang sederhana namun tetap solid,” ujar Firdaus di hadapan peserta Musda.
Namun, Firdaus tidak hanya memberi pujian. Ia memberikan pesan menohok terkait profesionalisme wartawan di lapangan. Ia mewanti-wanti agar anggota IPJT tidak menggadaikan integritas profesi demi kepentingan pragmatis.
”Wartawan bukan sekadar menulis berita, tapi bertanggung jawab atas kualitas informasi. Jangan sampai ada wartawan yang hanya berputar-putar tanpa berita, atau malah membawa proposal tanpa tujuan yang jelas,” tegasnya disambut riuh peserta.
Ia juga menekankan bahwa independensi adalah harga mati. Pers, menurut Firdaus, harus memiliki “tulang punggung” yang kuat agar tidak mudah disetir oleh pihak manapun.
”Jangan sampai kita berada di bawah ketiak siapa pun. Pers harus berani, tidak takut, dan tetap menjaga integritas meski menghadapi tekanan atau suara sumbang di lapangan,” tambahnya dengan nada bicara lugas.
Rangkaian Musda berjalan dinamis dan demokratis. Dimulai dari laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus lama hingga proses penentuan Ketua DPC Pekalongan Raya yang baru.
Antusiasme peserta menunjukkan adanya harapan baru agar IPJT mampu menjadi benteng informasi yang sehat bagi masyarakat Pekalongan Raya, sekaligus menjadi pilar demokrasi yang tetap berpihak pada kepentingan publik.












