
Penemuan jenazah Muryati terjadi pada Rabu (6/8/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Menurut keterangan saksi, Muharjo (65), korban terakhir kali terlihat menyemprot padi di sawah sekitar pukul 09.00 WIB.
“Beberapa jam kemudian korban sudah tidak terlihat di lokasi. Bersama warga lain, saya mencari korban dan ditemukan Muryati dalam keadaan terlentang di tengah sawah, menindih alat semprotnya,” ujar Muharjo.

Warga setempat langsung membawa korban ke RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan. Namun, sesampainya di rumah sakit, Muryati dinyatakan sudah meninggal dunia.
“Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban meninggal karena kelelahan dan memiliki riwayat penyakit asma,” jelas Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan Ipda Warsito, S.H, saat dikonfirmasi.
Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah korban pun telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Polres Pekalongan mengimbau masyarakat, khususnya para petani dan buruh tani, untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan saat bekerja, terutama di bawah cuaca panas yang rentan menimbulkan kelelahan.












