Pekalongan, Pejuang24.com – Nasib puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) eks Pasar Sorogenen, Kota Pekalongan, masih terkatung-katung. Meski telah digelar audiensi lanjutan di Gedung DPRD Kota Pekalongan, Senin (27/4/2026), titik temu antara keinginan pedagang dan kebijakan pemerintah daerah belum juga tercapai.
Pantauan di lokasi, pertemuan ini berlangsung lebih formal dibanding sebelumnya. Wakil Ketua DPRD Kota Pekalongan, Nusron, S.Ag., memimpin langsung jalannya audiensi. Tak tanggung-tanggung, 17 anggota dewan dari lintas komisi hadir memenuhi kursi ruang rapat untuk mendengarkan tuntutan massa yang didampingi LSM Pejuang 24.
Dalam arahannya, pimpinan DPRD meminta para pedagang untuk mau mencoba menempati lokasi relokasi di Pasar Podosugih. Pihak dewan berharap pedagang tidak cepat menyerah dan mencoba berjualan secara konsisten atau istiqomah di tempat baru tersebut.
”Kami arahkan sementara ke Pasar Podosugih. Kami berharap pedagang coba dulu secara istiqomah, sambil kita cari solusi permanennya seperti apa,” ujar Nusron di hadapan peserta audiensi.
DPRD juga menegaskan bahwa fokus penanganan saat ini akan diprioritaskan bagi pedagang asli ber-KTP Kota Pekalongan. Tercatat ada 44 pedagang yang masuk dalam kategori ini.
Lantas bagaimana dengan pedagang dari luar daerah? Pihak dewan menyatakan akan melakukan kajian lebih mendalam. Penanganan pedagang luar daerah ini rencananya akan dikoordinasikan sesuai dengan domisili asal mereka masing-masing guna menghindari tumpang tindih kebijakan.
Namun, tawaran relokasi ke Pasar Podosugih itu langsung dimentahkan oleh pihak pedagang. Didampingi LSM Pejuang 24, para pedagang bersikeras bahwa lokasi tersebut tidak representatif. Pengalaman sebelumnya menunjukkan omzet mereka terjun bebas karena sepinya pembeli di lokasi tersebut.
Sempat muncul wacana pemindahan ke Pasar Banjarsari sebagai alternatif solusi. Sayangnya, opsi ini bak “jauh panggang dari api”. Pihak legislatif menilai opsi Pasar Banjarsari masih memerlukan pembahasan teknis yang sangat panjang dan belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
Hingga ketuk palu tanda berakhirnya audiensi, suasana belum juga mencair. Belum ada keputusan final yang bisa langsung diterapkan di lapangan. Masalah ini dipastikan akan berlanjut ke “meja hijau” diskusi berikutnya.
LSM Pejuang 24 sebagai pendamping pedagang menegaskan tidak akan mundur. Mereka berjanji akan terus mengawal kasus ini sampai para pedagang mendapatkan kepastian tempat yang layak untuk menyambung hidup.
”Kami akan kawal terus. Ini soal urusan perut, pedagang butuh kepastian, bukan sekadar janji pembahasan lanjutan,” tegas perwakilan LSM Pejuang 24.














