Pekalongan, Pejuang24.com – Jagat media sosial dan warga Kabupaten Pekalongan dihebohkan dengan dugaan adanya seorang oknum dokter umum di Puskesmas Wonokerto yang mangkir kerja selama dua tahun. Meski tak pernah menginjakkan kaki di tempat tugas, dokter berstatus ASN tersebut dikabarkan masih menerima gaji utuh dari negara.
Kabar ini mencuat setelah adanya laporan warga yang merasa pelayanan di puskesmas pincang lantaran kekurangan tenaga medis.
Kepala Puskesmas Wonokerto, Supriyadi (akrab disapa Upik), membenarkan kabar miring tersebut. Ia menyebut dokter umum berinisial I tersebut mulai bermasalah sejak penempatan tahun 2024.
”Puskesmas Wonokerto ada tiga dokter: satu dokter gigi dan dua dokter umum. Salah satunya (dokter I) sejak penempatan tahun 2024 jarang datang, bahkan sekarang kurang lebih dua tahun tak pernah hadir,” ujar Upik kepada awak media.
Usut punya usut, mangkirnya dokter I diduga karena urusan rumah tangga. Upik menjelaskan ada “tarik ulur” antara keinginan suami dan orang tua sang dokter.
Versi Suami: Melarang istrinya bekerja dan meminta keluar dari ASN agar fokus menjadi ibu rumah tangga.
Versi Orang Tua: Menolak keras rencana pengunduran diri tersebut karena biaya kuliah kedokteran yang sangat mahal dan status ASN yang sulit didapat.
Akibat konflik keluarga ini, dokter I memilih jalan tengah yang keliru: tetap menjadi ASN namun tidak pernah masuk kerja.
Pihak Puskesmas mengaku tidak tinggal diam. Upik menegaskan pihaknya telah melayangkan teguran dan laporan administrasi secara berjenjang.
”Sudah kami lakukan teguran dan laporan administratif ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Yang bersangkutan juga sudah dipanggil dinas, tapi sampai sekarang belum ada keputusan sanksinya seperti apa,” lanjutnya.
Lantaran gaji dikabarkan tetap mengalir selama dua tahun tanpa ada absensi dan pelayanan medis, muncul dugaan adanya konspirasi administrasi atau pembiaran yang berpotensi merugikan keuangan negara. Pelanggaran disiplin ASN ini dinilai sangat berat karena mengabaikan pelayanan publik dalam waktu yang sangat lama.
Hingga berita ini diturunkan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan belum bisa ditemui untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut dengan alasan kesibukan agenda yang padat.
Sumber. : HS












