LSM Pejuang24 Kecam Sikap DPRD Kota Pekalongan: “Datang Saat Pemilu, Menghilang Saat Rakyat Butuh”

oleh
banner 468x60

KOTA PEKALONGAN, Pejuang24.com – Niat baik untuk mencari solusi bagi para pedagang PK-5 khusunya pedagang eks Pasar Sorogenen yang merasa terdholimi atas peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu berakhir dengan kekecewaan mendalam. Audiensi yang dijadwalkan oleh LSM Pejuang24 di Gedung DPRD Kota Pekalongan pada Senin (20/4/2026) harus bertepuk sebelah tangan lantaran tak satu pun wakil rakyat berada di tempat dengan alasan tugas luar kota.

​Ketua Umum DPP LSM Pejuang24, Teguh Hadi Santoso yang akrab dengan sapaan Silva Hadi, membuka suara dengan nada tegas di hadapan awak media. Silva Hadi menyatakan kekecewaannya karena saat para pedagang sedang terjepit kebijakan penertiban, gedung rakyat justru kosong. Atas ketidakhadiran ini, Silva Hadi menegaskan bahwa pihaknya akan meminta kepada DPRD untuk menjadwalkan ulang audiensi secara pasti.

banner 336x280

​”Kami akan meminta jadwal ulang yang pasti. Kami juga mendesak agar DPRD menghadirkan seluruh pejabat terkait dalam permasalahan ini agar ada titik temu yang jelas dan tidak ada lagi yang menghindar,” tegas Silva Hadi.

​Menyambung hal tersebut, Pembina Lembaga, Ahmad Yusuf, S.H., M.H., menambahkan bahwa kehadiran mereka sejatinya untuk menyampaikan aspirasi dan “unek-unek” pedagang secara langsung. Namun, gedung rakyat tersebut justru sepi meski pengamanan dari Polresta Pekalongan, Kodim, dan Satpol PP sudah bersiaga di lokasi.

​Kritik paling tajam datang dari Kepala Divisi Hukum LSM Pejuang24, Bayu Agung Pribadi, S.K.M., S.H., M.H. Ia menyoroti pola komunikasi DPRD yang dianggap tidak konsisten dan tidak berpihak pada rakyat kecil.

​”Beberapa bulan yang lalu, kami mengadakan audiensi di gedung ini dan tidak ditemui, hingga akhirnya hanya satu orang wakil rakyat yang muncul. Hari ini, kejadian itu terulang kembali. Kami datang karena ada hal krusial yang perlu dikomunikasikan, namun sangat mengecewakan karena mereka semua seolah menghindar,” ujar Bayu Agung.

​Bayu juga mengaku tergelitik dengan tulisan pada poster yang dibawa oleh emak-emak pedagang di luar gedung yang berbunyi: “DPR datang saat Pemilu, namun Mberat (Menghilang) saat kita butuhkan.” “Ternyata memang begitu adanya. Realita di lapangan menunjukkan bahwa saat rakyat membutuhkan perlindungan terkait penertiban yang terkesan tebang pilih di eks Pasar Sorogenen pada Sabtu (18/4) lalu, wakil rakyat justru tidak hadir,” pungkasnya.

​LSM Pejuang24 menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga para pedagang mendapatkan keadilan dan ruang yang layak untuk menyambung hidup di jantung Kota Pekalongan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.